Persepsi Keliru #2 : Sabar itu Ada Batasnya

Sahabat,
Ini dalah pemahaman keliru yang sangat fatal. Dengan persepsi seperti ini akan menyebabkan hati menjadi rapuh tidak tegar menerima ujian atau musibah, yang pada akhirnya membuat batin merana. Tidak sedikit orang yang lepas kendali dengan dalih "sabar itu ada batasnya".





Sesungguhnya sabar itu seperti halnya shalat adalah perintah Allah, dengan demikian selama hayat masih di kandung badan tidak ada batasnya. Hanya bedanya bila shalat dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu (ada azannya) maka sabar harus dilakukan pada saat awal tertimpa musibah. Dan sesuai janji - Nya, selama kita hidup musibah ini tidak akan pernah berhenti.

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar Kami menguji  mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. - Al Kahfi : 7

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? - Al Ankabuut : 2

Bahkan dalam hadist ditegaskan bahwa musibah itu merupakan salah satu tanda kecintaan Allah pada manusia ( "sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba maka Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam cobaan. Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah").

Bukankah dengan diberi musibah berarti Allah membuka peluang untuk memperoleh pahala yang dibutuhkan dalam 'kehidupan abadi" nanti ?

Sesungguhnya sabar itu tidaknya saat tertimpa kesusahan saja, tapi juga pada waktu mendapatkan kesenangan. Hal ini dikarenakan ujian Allah tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, tetapi terdapat juga dalam kesenangan ( Al Anbiya' : 35, Al A'raaf : 168 ). Sementara fakta menunjukan, kebanyakan orang justru lalai bersabar bila diberi kesenangan.

Simaklah baik-baik firman Allah berikut ini :

"...dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal -hal yang diwajibkan Allah. - Luqman : 17

"Dan Orang - orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya". Ar - Ra'd : 22

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". - Al Baqarah : 153


*Diambil dari buku Bahan Renungan Kalbu, karya Permadi Alibasyah, hal : 306
No comments