MAKNA BAHAGIA


Sahabat,
Mungkin tidak sedikit dari kita yang masih bingung memahami makna Bahagia. Banyak defenisi bahagia yang disampaikan di luar sana. Setiap orang memaknai kebahagiaan dengan versinya sendiri.

Bahagia dikaitkan dengan materi, anak, pekerjaan, hobi ataupun keluarga.
Seolah-olah kebahagiaan itu memiliki banyak syarat, banyak atribut sehingga sulit untuk diraih.


Apakah benar demikian ?

Bagaimana jika kita bertanya kepada Dzat pemberi kehidupan, tentang 
“Apa sesungguhnya makna Bahagia ?”.




Allah, Zat Yang Maha Suci berjanji :

“Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati” - QS. Al- Baqarah : 38


Sahabat,
Bukankah ini yang diinginkan oleh jiwa kita…?
Tiadanya rasa khawatir, was-was dan tidak pula bersedih hati, dalam keadaan apapun.

Mungkin sebahagian kita menganggap hal ini mustahil untuk diraih…
Namun, mari sejenak kita merenung, mentafakuri…
“Mungkinkah Zat Yang Maha Suci mengingakari JanjiNya…?”


Sahabat,
Ternyata kebahagiaan hanya memiliki 1 (satu) syarat saja, yakni kesediaan jiwa kita untuk mengikuti seluruh petunjuk yang Allah (dan Rasul-Nya) berikan.

(lihat kembali Alqur'an surat Al Baqarah 38 ya...)

Bahagia bukan karena keluarga kita berada…
Bukan karena anak-anak kita patuh.. 
Bukan karena orang tua/ mertua kita baik…
Bukan karena atasan dan rekan kerja kita baik…
Bukan karena syarat-syarat eksternal lainnya yang sulit untuk kita kendalikan…

Bahagia sepenuhnya berada dalam kendali jiwa kita, tergantung kemampuan jiwa untuk mengikuti seluruh petunjuk Allah dan Rasul-Nya.


Rasulullah SAW berwasiat :
“Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka), taklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang pada keduanya, yaitu kitabullah dan Sunah Rasul-Nya”.


Sahabat,
Mari kita perbaiki lagi makna Bahagia, mengembalikannya kepada makna yang hakiki.

Bahagia tidak sama dengan Kesenangan. Semua orang asalkan mau ia bisa bahagia (tidak peduli semiskin apapun dia), sementara tidak semua orang bisa mendapatkan kesenangan.

InsyaAllah dalam tulisan lainnya akan dibagikan bagaimana agar jiwa mampu meraih kebahagiaan.

Salam Dunia Bahagia Akhirat Surga
(DBAS)

No comments