Benarkah Kebahagiaan itu Sulit Diraih ?


Sahabat,
Pada tulisan terdahulu telah dibagikan Makna Bahagia yang hakiki http://majelistafakuranmutiaratauhid.blogspot.co.id/2016/06/makna-bahagia.html
Makna yang didefenisikan langsung oleh Allah SWT, Zat Yang Maha Suci.



Bahagia ternyata sangat mungkin untuk diraih dan tidak mensyaratkan faktor luar (external) yang memang sangat sulit untuk dikendalikan.

Bahagia adalah urusan faktor dalam (internal) jiwa kita sendiri.

Kebahagiaan secara otomatis diraih jika jiwa mampu mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya.
Atau bahasa lainnya, Kebahagiaan diraih dengan ketaatan (tunduk patuh pada aturan Allah dan rasul-Nya).

Bukankah petunjuk Allah dan RasulNya itu bahasa lain dari "pedoman hidup"? 
Wajar saja kan bila taat mengikuti "pedoman hidup" maka kita pasti bahagia dunia akhirat ...


Jika kita merasa bahagia tetapi bukan dari buah ketaatan, boleh jadi yang sedang kita rasakan adalah Kesenangan semata, yang bersifat sementara dan hilang seketika


Namun, perlu kita sadari bahwa Taat adalah sebuah kemampuan.
Tanpa kemampuan, Taat menjadi sangat sulit…
Ada nafsu buruk (setan) yang selalu siap untuk  menggoda…

Seperti bersepeda, bagi yang tak memiliki kemampuan bersepeda, mustahil bisa mengayuhnya dan mengantarkannya ke tujuan.

Taat adalah ‘Akibat’ dari rangkaian ‘Sebab”
Taat adalah Output dari rangkaian Input dan Proses
Taat bukanlah bawaan lahir…

Jika kita sudah mulai menyadari bahwa Taat adalah kemampuan, tentu pertanyaan berikutnya adalah :
“Bagaimana agar punya kemampuan Taat…?”

Sahabat,
Seperti halnya kemampuan membaca, ia tak datang dengan sendirinya…
Kemampuan membaca hadir dikarenakan upaya-upaya mengenal huruf, merangkai huruf, lalu merangkai kata hingga perlahan muncul kemampuan membaca, walaupun terbata-bata diawal.

Jika membaca adalah kemampuan akal, maka Taat adalah kemampuan kalbu.

Mampu atau tidaknya seseorang untuk Taat tergantung dari kualitas isi Kalbunya.
Kalbu yang berisikan kesadaran-kesadaran Qurani (Keyakinan Illahiyah) akan dengan mudah dan secara otomatis mampu Taat

Rasulullah SAW bersabda :
“Di dalam diri manusia ada segumpal ‘daging’, bila daging itu baik maka baik pula perilakunya… Daging itu adalah Kalbu”.

Sahabat,
Mungkin sudah mulai sedikit ‘terang’, bahwa apa yang menjadi isi kalbu kita menentukan kualitas ketaatan kita. Baik atau buruknya kualitas ketaatan kita menentukan kualitas Kebahagiaan kita…

Kabar gembiranya adalah,
Tak hanya kebahagiaan yang didapat dari kemampuan Taat, tetapi juga Sorga yang kenikmatannya tak ada seujung kukunya dari kenikmatan tertinggi yang ada di dunia…

Sahabat,
Jika jiwa ditanya, apakah yang menjadi keinginan utamanya…?
Maka jawabannya adalah Kebahagiaan di Dunia dan Keselamatan di Akhirat.

Sahabat,
Sudahkah pernah kita ‘bertanya’ pada jiwa kita masing-masing…?
Ataukah selama ini jiwa diabaikan…?

Mari sejenak kita merenung, mentafakuri… 
“Apa keinginan puncak dari jiwa yang sedang dalam pengembaraan di dunia ini…?”

Salam Dunia Bahagia Akhirat Sorga

(DBAS)

No comments